Buku Pertama yang saya baca tahun 2020 (bukan buku investasi)

Setiap investor handal pasti banyak menghabiskan waktunya untuk belajar, entah dengan membaca buku, berdialog ataupun nonton. Banyak pakar finansial yang juga menyarankan untuk menyisihkan sebagian uang untuk investasi tidak dalam bentuk uang tapi dalam bentuk ilmu pengetahuan. Naiknya pengetahuan kita, bila dipergunakan dengan baik, akan menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Nah karena pada awal tahun ini saya masih menghabiskan liburan beberapa minggu, jadi saya nggak buka akun sekuritas untuk menganalisa perusahaan, tapi saya lebih memilih untuk baca buku saja. Namun, saya tidak membaca buku tentang saham, investasi, maupun keuangan.

Buku pertama yang saya baca adalah The 5 Love Languages karya Gary Chapman. Saya bukan orang yang melankolis atau suka menye-menye, bahkan banyak orang yang menyebut saya orang dingin karena jarang berkespresi. Jadi saya jarang banget baca buku romance, novel YA atau semacamnya. Tetapi setelah mendengar pembahasan buku ini di podcast 30 Days of Lunch dan juga karena saya berada di tahap awal pernikahan, saya merasa perlu untuk mencari buku tentang hubungan suami-istri yang based on science. Setelah membaca banyak review tentang buku-buku pernikahan, akhirnya saya pilih buku dari Gary ini.

Saya juga merenung beberapa hari tentang tujuan investasi saya pribadi. Hasil perenungan saya tersebut adalah salah satu alasan lain saya membaca buku The 5 Love Languages ini.

Setiap investor pasti memiliki tujuan yang sama yakni meningkatkan uang dan asetnya dan kita semua pasti yakin dengan menerapkan prinsip yang benar, pasti kita akan mencapai tujuan finansial kita. Lalu bila kita sudah mencapai tujuan finansial, apa selanjutnya? apakah kita akan terus melipatgandakan uang atau kita akan memakai hasil kita untuk beli semua yang kita mau? well, kita semua bebas mau pakai uang itu untuk apa saja. Tapi seperti kata orang-orang money can’t buy happiness, jadi tujuan utama saya investasi bukan uangnya.

Warren Buffett Funny

You’ll really measure your success in life by how many of the people you want to have love you actually do love you

Warren Buffett on the Major Life Lesson

Contoh investor saham tersukses di dunia adalah Warren Buffett, tentu dia memiliki semua yang kita idamkan yaitu uang hasil investasi yang banyaaakk bangett, $88.900.000.000 banyaknya. Namun, pada tahun 2017 saat Warren mengisi sebuah sesi di Columbia University salah seorang murid universitas itu bertanya “Are there any major lessons that you two (Warren & Bill Gates) have learned about relationships through your personal experiences?” dan jawaban Warren Buffett adalah seperti quote di atas. Jawaban itu sangat mengena di hati media, sehingga banyak yang menyebut bahwa itu adalah The Ultimate Goal seorang investor.

Jadi ukuran sukses bagi 2 orang terkaya di dunia bukanlah uang, jabatan ataupun prestige, namun dihitung dari berapa orang yang benar-benar mencintai kita. Bahkan Warren melanjutkan, “I know people who have a lot of money, and they get testimonial dinners and hospital wings named after them. But the truth is that nobody in the world loves them your life is disaster.” Jadi saat saya merenung tentang tujuan investasi, saya mengingat-ingat terus quote tersebut dan saya semakin paham tujuan akhir investasi yang benar.

Nah selayaknya investor yang disiplin, untuk mencapai tujuan “people you want to have lo you actually do love you”, saya harus banyak belajar dan menganalisa emiten yang tepat. Emiten yang tepat tentu dimulai dari diri saya sendiri. Jadi agar orang mencintai saya dengan sungguh-sungguh, saya juga harus belajar mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh. Buku dari Gary Chapman ini menjelaskan bagaimana kita mencintai dan dicintai orang secara ‘benar’, karena setiap orang memiliki bahasa cinta masing-masing. Kalau penasaran, segera beli ya!

So, pesan dari artikel ini adalah: ada kalanya kita perlu berhenti sejenak dan berpaling dari pasar modal, lalu kita merenungkan lagi tujuan dari investasi kita. Apa yang ingin kita capai dan setelah mencapainya, apakah ada tujuan yang lebih besar daripada itu? Saya yakin anda rehat seminggu di pasar modal tidak mempengaruhi portfolio anda, tapi pikiran anda akan lebih tercerahkan karena tujuan investasi anda akan terlihat lebih jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *