Pasar Kertas Terobek-robek? Analisa market kertas (bonus INKP dan TKIM)

Summary

Di era digitalisasi saat ini, penggunaan kertas sudah banyak berkurang seperti koran, buku, dan surat digantikan oleh layar digital smartphone atau laptop kita. Namun, kertas sendiri mempunyai banyak bentuk seperti kardus, tissue, dan kemasan. Ditambah dengan maraknya e-commerce belakangan ini yang juga menunjang penggunaan berbagai bentuk kertas. Dengan situasi tersebut, meskipun market masih tetap bertumbuh dengan lambat, harga kertas dunia turun drastis di tahun 2019 karena demand yang jauh di bawah supply pabrik. Maka layaknya emiten komoditas lainnya, investasi pada INKP dan TKIM sebaiknya dilakukan saat harga pulp & paper membaik.

Recommendation: INKP & TKIM wait for pulp & paper rebound

Disclosure: Paskalis Analytics tidak memegang INKP dan TKIM. Posisi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.


Market Overview

Bila kita menanyakan kepada orang-orang di jalan, “Apa pendapat anda tentang industri kertas saat ini?” jawaban pertama yang mungkin akan keluar adalah “Maaf mas, saya buru-buru”. Well, bila anda akhirnya berhasil mendapatkan jawaban serius dari orang lain, kemungkinan besar akan menjawab bahwa industri kertas menurun dibanding dulu. Penyebab utamanya tentu saja perkembangan teknologi secara keseluruhan dan salah satunya teknologi informasi. Adanya email, berita online, smartphone maupun laptop menggantikan keperluan kita untuk surat menyurat, membeli koran maupun menulis dan membaca suatu tulisan di atas kertas. Saya pribadi sudah 5 tahun tidak berlangganan koran.

Pandangan masyarakat seperti ini tidaklah salah, karena menurut data dari McKinsey (2019), Graphic Paper yang terdiri dari Newsprint dan Printing & Writing Paper mengalami penurunan CAGR -6.1% dan -1.5% sejak 2010-2018. Saya pribadi cukup kaget ketika menonton TV Series The Office (American Version) yang juga membahas bahwa industri kertas sudah mengalami penurunan dimana series ini tayang pada 2005, 14 tahun yang lalu!

Global Paper and Paperboard Market (McKinsey, 2019)

Tetapi ada hal yang jarang terpikirkan oleh publik dimana kertas bukan hanya lembaran putih yang dipakai untuk menulis, namun hampir semua packaging makanan, packaging industri, kardus, tissue, bahkan sedotan terbuat dari kertas. Jadi misal kita tidak mau print dokumen pekerjaan / studi dengan alasan cinta lingkungan, tapi kalau cuci tangan di toilet umum ngambil tissuenya banyak banget, rasanya kok tidak ngefek ya.

Anyway, dengan majunya e-commerce di dunia, mayoritas pengiriman menggunakan dus ataupun karton box sebagai kemasan luarnya. Jadi kebutuhan kertas untuk packaging justru malah terus berkembang. Maka secara keseluruhan, market pengguna kertas masih  meningkat walaupun pertumbuhannya tidak secepat 15-20 tahun lalu. Terlebih, di Asia selain Cina dan Jepang, prospek pertumbuhan tissue dan packaging masih bisa lebih dari 2%.

Paper Growth Potential (McKinsey, 2019)

Sayangnya harga kertas dunia tahun 2019 malah merosot. Per September 2019, harga Pulp (Bubur kertas) turun -18% ytd. Bahkan tingkat pengiriman kertas di Amerika turun menjadi 2.3 loads per 1 truk dibandingkan 3-6 loads per truk tahun lalu.  Penyebab dari penurunan harga ini adalah karena tingginya tingkat oversupply kertas dan harga kertas pada 2018 yang melonjak terlalu tinggi. Hal ini biasanya tidak bertahan lama dan koreksinya akan jauh lebih ekstrim.

Chart Harga Wood Pulp (ychart, 2019)

Bila melihat dari data pertumbuhan market dan kondisi harga kertas dunia saat ini, seharusnya harga kertas akan rebound dalam waktu dekat.

Quick Analysis

Emiten yang bisnisnya didasari oleh komoditas (emas, batubara, minyak, dll) biasanya harga sahamnya relatif naik turun mengikuti harga dari komoditas tersebut. Maka saham-saham seperti ini sering disebut saham musiman atau cyclical. Nah, karena sekarang komoditas kertas sedang turun, maka saya hanya menganalisa secara singkat saja emiten yang bergerak di bidang kertas. Analisa ini dapat disimpan sebagai persiapan, jadi kita langsung bisa mengambil keputusan bila harga pulp & paper sudah membaik.

Ada 3 emiten pulp & paper  yang mempunyai market cap cukup besar yaitu INKP, TKIM, dan FASW. Dikarenakan FASW termasuk saham yang kurang likuid, maka untuk sementara tidak perlu kita analisa terlebih dahulu. Tabel di bawah ini menunjukkan komparasi antara saham INKP dan TKIM. Karena laporan keuangannya dalam bentuk USD, maka tiap angka yang tertera di Laporan keuangannya saya kali dengan kurs saat itu (31 Desember 2018 & 31 Juni 2019).

Cash Flow Statement INKP dan TKIM
Income Statement INKP dan TKIM
Cash Flow Statement INKP dan TKIM
Ratio INKP dan TKIM

Bila dilihat dari rasio PER dan PBV, kedua emiten ini masih bisa dibilang cukup murah atau fair dengan performa kerjanya. Saat ini INKP memang lebih murah dibanding TKIM, bahkan PBV nya 0.7.

Menariknya, INKP memiliki gross margin yang jauh lebih tinggi dibanding net marginnya, sebaliknya TKIM memiliki gross margin yang kecil tapi net marginnya besar. Hal ini disebabkan karena anak perusahaan TKIM yaitu OKI Pulp & Paper Mills memberikan kontribusi laba yang sangat besar bagi TKIM, 2,5x lipat lebih besar daripada laba kotor TKIM. Sedangkan anak usaha INKP hanya memberikan laba yang kecil.

Kalau saya pribadi tentu saja lebih memilih INKP, karena performanya tidak ditentukan oleh anak usahanya. Sebagai catatan MOS INKP saat ini sekitar 50%. Namun bila di masa depan kinerja OKI Pulp & Paper Mills semakin membaik, maka tidak ada salahnya untuk investasi di TKIM.

Disclaimer: Seluruh rekomendasi dan analisa bersifat subjektif. Seluruh data yang kami tampilkan juga bersifat “as is” tanpa jaminan. Kami merekomendasikan para pembaca untuk menganalisa secara mandiri. Paskalis Analytics tidak bertanggungjawab atas keuntungan maupun kerugian dari pihak manapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *