Analisa Valuasi GGRM – Batang Rokok belum Terbakar Penuh?

Analisa Valuasi GGRM

Summary

Sejak penurunan drastis harga saham GGRM pada 16 september 2019, harga saham GGRM mengalami penurunan sekitar ~7% sampai pada tanggal analisa valuasi GGRM ini terbit. Kami mencoba untuk menghitung valuasi GGRM berdasarkan tiga teknik yang berbeda. Hasil perhitungan kami sajikan dengan Margin of Safety masing-masing. Kami tetap merekomendasikan untuk membeli saham GGRM, namun pilihan tetap di tangan masing-masing investor.

Recommendation: GGRM Buy

Disclosure: Paskalis Analytics memegang GGRM sebelum laporan ini ditulis pada 57,050. Posisi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.


Pada saat berita mengenai kenaikan Bea Cukai Rokok pada 13 September 2019 tersiarkan ke masyarakat, harga saham GGRM turun sekitar 20% pada hari seninnya. Banyak orang yang langsung cut loss pada hari itu, namun banyak juga yang menangkap pisau jatuh karena saham GGRM langsung terlihat murah. 

Paskalis Analytics termasuk yang merekomendasikan untuk beli saham GGRM, karena menurut analisis kami, kenaikan Bea Cukai Rokok tidak berpengaruh pada performa perusahaan, maka seharusnya harga saham akan tetap naik di masa depan. Namun kami juga membeli GGRM hanya dengan 30% dari dana yang dicadangkan, jaga-jaga bila harga tetap turun kedepannya. Well, sampai hari ini, saham GGRM cenderung terus turun sampai ~7% dari harga 16 September 2019.

Kami tetap yakin bahwa ke depan saham GGRM pasti akan rebound ke harga di atas Rp 60.000, naik turunnya harga pada hari-hari terakhir hanya karena noise saja. Tetapi kami jadi penasaran dengan valuasi GGRM ini. Maka kami analisa valuasi GGRM.

Valuasi GGRM

Menurut kami, mengvaluasi suatu perusahaan berarti mencari intrinsic value dari perusahaan tersebut. Karena prinsip ‘memiliki selembar saham berarti memiliki perusahaan’ kami, maka sangat penting untuk menakar intrinsic value. Tidak mungkin anda membeli perusahaan tanpa tahu isinya kan?

Ada beberapa cara untuk mengetahui intrinsic value, namun kami mencoba menggunakan 3 teknik:

  • Valuasi Benjamin Graham yang diperbaharui oleh Rivan Kurniawan
  • Valuasi Discounted Cash Flow yang dimodifikasi oleh Bola Salju
  • Valuasi Teguh Hidayat terbaru

Karena ketiga teknik ini sudah dimodifikasi oleh pihak lain, maka dengan alasan etika, kami tidak dapat menuliskan formulanya di sini. Anda bisa googling sendiri untuk mencari formula tersebut.

Hasil dari perhitungan kami menggunakan tiga formula tersebut menghasilkan:

FormulaIntrinsic ValueHarga 02-10-19Margin of Safety
Benjamin Graham x Rivan Kurniawan566795102511.08%
DCF x Bola Salju51349510250.63%
Teguh Hidayat922505102581%

Terlihat perbedaan yang sangat jauh antara formula Benjamin Graham dan DCF bila dibandingkan dengan formula Teguh Hidayat. Menurut kami perbedaan ini wajar karena memang perhitungan intrinsic value Benjamin Graham dan DCF tidak melihat faktor kualitatif perusahaan, seperti volume transaksi dan nama besar perusahaan. Perlu diketahui juga bahwa kedua formula ini menghasilkan harga saham yang konservatif, karena keduanya berdasarkan prinsip value investing.

Sedangkan Teguh Hidayat memberikan poin yang cukup tinggi bagi faktor kualitatif, apalagi untuk perusahaan yang sangat terkenal seperti GGRM. Beliau juga menggunakan prinsip value investing dalam formulanya (MOS disarankan 35%), namun dikondisikan dengan pengalaman pribadi beliau selama ini. Memang kedengarannya kurang scientific, namun pengalaman dan kesuksesan beliau di pasar modal Indonesia adalah bukti bahwa formula ini bekerja dengan baik.

Maka mana yang benar? Tentu saja tidak ada satupun formula yang dapat menghasilkan intrinsic value yang benar. Jadi pilihan tetap ada di tangan pribadi setiap investor. Kami pribadi tetap merekomendasikan untuk membeli saham GGRM di harga saat ini dengan dana yang sudah disiapkan. Namun bila anda masih galau untuk membeli atau menjual GGRM, mungkin bisa melihat saham rokok lainnya. Siapa tahu anda menemukan valuasi dengan MOS yang cukup menarik.

Disclaimer: Seluruh rekomendasi dan analisa bersifat subjektif. Seluruh data yang kami tampilkan juga bersifat “as is” tanpa jaminan. Kami merekomendasikan para pembaca untuk menganalisa secara mandiri. Paskalis Analytics tidak bertanggungjawab atas keuntungan maupun kerugian dari pihak manapun.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *