Kinerja Paskalis Investment April 2020

DatePI YTD (%)IHSG YTD (%)NAV
1 Jan 202000Rp1,033
Jan 2020-1.94-5.71Rp1,012
Feb 2020-6.19-13.44Rp969
Mar 2020-25.76-27.95Rp766
Apr 2020-48.51-25.13Rp532

Heads up, ada perubahan cara perhitungan persentase kinerja Paskalis Investment dari yang biasanya perhitungan naik-turun per bulan menjadi Year-to-Date alias YTD. Artinya setiap 1 Januari, Kinerja Paskalis Investment dan IHSG kami reset menjadi 0 dan mulai balapan lagi hingga Desember tahun yang sama. Namun perhitungan NAV tetap dihitung dari pertama kali pembukaan Paskalis Investment yaitu 20 Juni 2019. Perubahan ini bisa menggambarkan lebih jelas posisi kami terhadap IHSG.

Oke, di bulan April 2020 ini kami kalah banyak dengan IHSG dan alasannya hanya satu karena sepanjang April kami hanya melakukan satu aksi yaitu pembelian saham ADMF. Dorongan utama pembelian ADMF ini karena dividen yieldnya yang besar yaitu 1,054 rupiah atau sekitar 13% dan payout rationya pun tetap stabil seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi tidak seperti MERK yang dividennya hanya naik sekali saja karena penjualan Aset. Lalu perhitungan kedua adalah peraturan baru dari BEI mengenai batas ARB -7% saja per hari, bisa dibaca di sini sehingga bila saat Ex Date terjadi ARB, maka di bottom pun kalau kami jual akan tetap untung sekitar 6%.

Namun sayangnya trader lain juga pasti punya pikiran yang sama dengan kami, makanya pada saat Ex Date, tidak ada satupun yang membeli di bottomnya. Karena yang ingin beli sekalipun pasti tahu bahwa besoknya ADMF pasti akan turun lagi karena masih banyak sekali trader jangka pendek (termasuk kami) yang ingin take profit seminim apapun. Sebenarnya nilai pembelian ADMF tidak terlalu besar, namun karena nilai portfolio kami sudah turun 25% YTD, jadi pembelian yang sedikit ini berefek cukup besar (diluar penurunan saham lainnya).

Tentu saja ini kasus klasik dari dividend trap, artinya pembelian saham yang mengejar dividen akan mengalami capital loss jangka pendek yang lebih tinggi dibanding jumlah dividen yang didapatkan. Namun kuncinya adalah jangka pendek. Kami cukup hati-hati dalam pembelian saham, tidak mungkin kami beli saham perusahaan jelek sebesar apapun dividennya. Tentu saja bagi yang pernah baca analisa ADMF kami tahu bahwa Adira Multifinance adalah salah satu perusahaan yang bagus, bahkan terbaik di bidang multifinance. Maka bila di hold jangka panjang pun sebenarnya tidak masalah.

Pembelajaran terpenting yang kami dapatkan adalah untuk menghindari dividen trap, apalagi di masa bear market seperti saat ini. Apakah nanti bila bull market, kita boleh coba-coba untuk terjun ke situasi dividen seperti ini? Nanti ya kita coba bareng-bareng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *