Portfolio Liburan

Tidak terasa tahun 2019 sudah mau berakhir yang akan ditutup oleh bulan Desember. Bulan ini identik dengan bulan penuh kebahagiaan dan hadiah, rasanya karena penyebaran budaya Natal yang sangat kuat oleh media Barat dengan ikonnya yaitu St. Clause. Mas-mas satu ini diceritakan naik Reindeer Sled untuk membagi-bagi hadiah ke anak kecil yang baik. Di pasar modal pun bulan Desember ini adalah waktunya bagi-bagi hadiah capital gain dengan cara Window Dressing. Bila anda ingin tahu definisi dan strategi Window Dressing, anda bisa google sendiri karena hampir semua analis sudah membicarakan fenomena ini. Jadi, daripada saya menjelaskan hal yang itu-itu lagi, saya coba sharing hal yang berbeda yaitu Portfolio Liburan.

Ide untuk membuat portfolio liburan ini saya dapatkan dari prologue bukunya Peter Lynch “One Up on Wall Street” dimana mas Peter menceritakan tentang liburannya dengan istri, Carolyn, ke Irlandia. Peter Lynch adalah Manajer Investasi Magellan Fund di bawah perusahaan keuangan Fidelity. Magellan Fund adalah salah satu Reksadana tersukses di sejarah Amerika. Jadi begini ceritanya:

16-20 Oktober 1987, Peter Lynch sedang road trip bersama istrinya ke Country Cork di Irlandia. Biasanya sepanjang perjalanan liburan, Peter akan mampir ke beberapa perusahaan publik untuk interview Manajer atau C-levels untuk mengorek informasi mengenai perusahaan, kondisi pasar dan kompetitor lainnya. Namun, untuk rute liburan ini sangat jauh dengan perusahaan besar manapun jadi Peter tidak bisa mampir-mampir.

Barney Castle

Perhentian pertamanya adalah Barney Castle yang terkenal dengan Blarney Castle Stone. Jadi ada batu yang diletakkan di bagian luar kastil dan barangsiapa yang bisa menciumnya akan dikaruniai “The Ability to Speak with Eloquence” dan perlu perjuangan untuk mencium batu itu karena letaknya yang susah dijangkau. Setelah itu, Peter menghabiskan sisa liburan dengan hobinya bermain golf di beberapa lapangan yang berbeda-beda, salah satunya di Killen Course di Killarney yang adalah salah satu course yang paling menantang di dunia. Akhir liburannya ditutup dengan menginap di Dingle Skelling Hotel sambil menikmati pemandangan Dingle Bay yang sangat indah. Malam terakhir dihabiskan dengan makan malam bersama teman-temannya di restoran seafood terkenal, Doyle’s. Liburan yang sempurna bagi Peter dan istrinya.

Sayangnya, 15 Oktober 1987 adalah hari di mana Dow Jones Industrial average turun 48 poin dan besoknya ketika Peter baru mau berangkat liburan, DJI turun lagi 108.36 poin. Sepanjang perjalanan Peter tidak bisa menikmati liburannya, malahan selalu kepikiran dengan reksadana nya. Bahkan dia sering menelpon kantornya di antara permainan golf nya untuk menentukan saham mana yang perlu dijual. Akhirnya pada hari dimana dia bermain di Killen Course, DJI turun 508 poin, bahkan dia tidak ingat berapa skor golf nya pada saat itu. Peter hanya ingat bahwa Magellan Fund kehilangan 18% asetnya atau setara dengan $2b.

Perjalanan ke Dingle Bay sama sekali tidak dinikmati karena dia terus memikirkan reksadana kelolaannya. Hingga sampai di Sceilig Hotel, dia langsung menelpon kantornya dan memilah-milah 1,500 saham milik Magellan yang akan dijual untuk menutupi biaya redemption tadi. Sampai pada malam terakhir di Doyle’s, Peter lebih ingin cepat-cepat pulang ke kantor daripada menikmati makanannya (dia juga lupa makan apa).

3 pelajaran yang Peter petik dari kejadian itu adalah:

  • Don’t let nuisances ruin a good portfolio
  • Don’t let nuisances ruin a good vacation
  • Never travel abroad when you are light on cash

Nah, bagaimana aplikasinya bagi retail investor? Menurut saya poin ketiga tidak relevan karena anda tidak akan mengalami rush redemption, kecuali persiapan cash untuk saham undervalue. Oke, jadi bagaimana kita mempersiapkan portfolio investor retail untuk liburan Desember?

Maldives

Tiriskan Saham Gorengan

Walaupun dari awal seharusnya anda sudah menghindari investasi di saham gorengan, tidak bisa dipungkiri kalau saham gorengan sangat menggoda iman. Maka bila anda masih punya beberapa saham gorengan di portfolio, maka segera jual bulan ini. Karena (1) pergerakan saham gorengan tidak selalu mengikuti IHSG, jadi adanya window dressing di akhir tahun belum tentu menaikkan saham gorengan, dan (2) anda perlu standby setiap harinya untuk take profit maupun cut loss saham gorengan yang pasti bakal mengganggu liburan anda.

Beli Defensive Stock

Setelah anda jual saham kolesterol, isi portfolio anda dengan saham defensive. Maksudnya saham defensive adalah saham perusahaan berfundamental bagus dengan market cap yang cukup besar. Tentu saja sebelum beli harus cari saham dengan valuasi yang cukup murah. Biasanya anda akan menemukan deretan saham ini di dalam index IDX30, LQ45, Pefindo27 atau beberapa saham yang saya bahas di website ini. Ada satu macam saham lagi yang boleh anda koleksi, yaitu perusahaan dengan siklus kenaikan pendapatan pada tengah tahun 2020. Karena biasanya saham seperti itu baru akan bergerak volatile sekitar akhir Kuartal 1, contohnya adalah RALS.

Full Invested vs Full Cash?

Di atas saya sudah katakan bahwa poin ketiga Peter Lynch tidak terlalu berpengaruh bagi investor retail. Nah apakah berarti semua cash kita habiskan untuk membeli saham? Saya tidak pernah menyarankan portfolio full invested karena anda akan kehabisan amunisi untuk memburu saham murah dan average down. Rasio 85 saham 15 cash adalah batas maksimal untuk portfolio saya. Namun, saya juga tidak menyarankan anda untuk menyimpan banyak cash pada musim liburan ini karena

  • Window Dressing, biasanya nilai saham cenderung naik
  • Pada saat liburan anda tidak seharusnya hunting saham murah, nikmati saja liburannya
  • Cash nganggur di sekuritas tidak mendapat bunga
  • Cash nganggur yang dipindahkan ke tabungan malah membuat kita belanja lebih banyak, apalagi pas liburan ke luar negeri, godaannya makin kuat.

Jadi saya menyarankan untuk membeli sebanyak-banyaknya saham yang anda inginkan sampai 80% dari nilai portfolio dan sisanya biarkan dalam bentuk cash atau simpan di reksadana pasar uang selama sebulan.

Catatan Penting: bila tidak ada saham yang layak beli, jangan paksa untuk beli saham. Mending anda taruh di obligasi / pasar uang / investasi aman lainnya.

Saya sendiri akan berlibur pada bulan Desember sampai awal Januari jadi tidak ada artikel baru pada saat itu. Portfolio liburan Paskalis Investment 80% invested dan sisa 20% dalam bentuk cash.

Pada saat kerja, kerja 100%.
Pada saat analisa, analisa 100%.
Pada saat liburan, nikmati liburannya 100%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *